Author : Sineunyoung
Length : Chapter
Genre : Friendship, hurt & fantasy
Rating : General
Cast : Jo Youngmin Boyfriend
Yeosin (OC)
Jo Kwangmin Boyfriend
Other Cast : Temuin sendiri :)
Disclaimer : No Plagiarism!
Author 's note : Typo bertebaran :D Happy reading & comment juseyo.. :)
Seorang
pemuda tampan sedang mengantar ibu dan ayahnya menuju ke ruang tunggu. Namun
karena terburu-buru, ia menabrak orang lain dan membuat orang itu terjatuh. Pemuda
yang bernama Youngmin itu hanya menoleh sejenak kepada orang yang ditabraknya.
Rupanya seorang gadis, pikirnya. Walaupun
seorang gadis, namun YoungMin tidak mempedulikannya. Ya. Itulah
kebiasannya, tidak memperhatikan wanita, setelah insiden dua tahun yang lalu.
Setelah keberangkatan ayah dan ibunya, ia pun bergegas pulang. Baginya waktu sangat penting. Namun, ia melihat seorang gadis yang jongkok di tengah lalu lalang para calon penumpang maupun penjemput. Gadis itu sama sekali tidak beranjak dan bergerak dari tempatnya. Youngmin teringat gadis yang ditabraknya tadi.
Tidak seperti biasanya, hatinya tergerak untuk mendekati gadis itu. Youngmin menunduk agar melihat wajah gadis itu. Rupanya ia menangis, apa karena kejadian tadi? Aneh, hanya air matanya yang mengalir, tak ada emosi sama sekali, pikirnya.
kebiasannya, tidak memperhatikan wanita, setelah insiden dua tahun yang lalu.
Setelah keberangkatan ayah dan ibunya, ia pun bergegas pulang. Baginya waktu sangat penting. Namun, ia melihat seorang gadis yang jongkok di tengah lalu lalang para calon penumpang maupun penjemput. Gadis itu sama sekali tidak beranjak dan bergerak dari tempatnya. Youngmin teringat gadis yang ditabraknya tadi.
Tidak seperti biasanya, hatinya tergerak untuk mendekati gadis itu. Youngmin menunduk agar melihat wajah gadis itu. Rupanya ia menangis, apa karena kejadian tadi? Aneh, hanya air matanya yang mengalir, tak ada emosi sama sekali, pikirnya.
“Kau tidak apa-apa?” tanya
Youngmin sambil tangan kanannya memegang bahu sebelah kiri gadis itu.
Gadis itu menoleh. Air matanya pun
berhenti mengalir. Namun masih tanpa emosi sama sekali. Youngmin terkejut, ia
seperti melihat sesuatu yang aneh pada gadis itu. Namun ia segera sadar dan
membuang jauh-jauh pikirannya.
“Aku minta maaf untuk yang tadi. Ambil
ini, untuk menghapus air matamu.” Sambung Youngmin sambil memberikan sapu
tangan warna birunya kepada gadis itu.
Setelah gadis itu menerima sapu
tangannya, Youngmin pun meninggalkannya tanpa menoleh. Youngmin menuju ke
restoran dekat bandara Incheon. Memang siang itu YoungMin belum makan.
Saat tengah asyik menyantap
makanannya, gadis yang di tabrak Youngmin tiba-tiba duduk di kursi depan
Youngmin makan. Ia terkejut melihat tingkah gadis itu, sampai-sampai Youngmin
hampir tersedak. Dia menengok kanan kirinya, apa tidak ada kursi
kosong? Kenapa gadis ini duduk di depanku?
Gadis itu melihat daging di
atas panggangan di meja yang ada di depannya, ia tanpa meminta izin pada
Youngmin, selaku pemilik makanan, langsung memasukkan daging panas itu
kemulutnya menggunakan tangannya sendiri. Karena daging itu masih panas, gadis
itu secara cepat mengeluarkan daging itu dari mulutnya.
“Hei, makan yang hati-hati.” Ucap
Youngmin menasehati ketika melihat gadis itu memuntahkan daging dari mulutnya. Namun, tak
ada emosi apa-apa. Tak ada tanda-tanda bahwa ia merasa perih di lidahnya karena
daging panas yang ia makan tadi.
Setelah makan, Youngmin beranjak
pergi. Youngmin pergi ke tempat dimana mobil yang di kendarainya tadi saat mengantar
ayah ibunya di parkir. Namun tanpa sepengetahuan Youngmin, gadis yang di
tabraknya itu mengikutinya. Bahkan masuk kedalam mobil Youngmin saat
Youngmin juga masuk dalam mobilnya. Jelas saja, Youngmin terkejut karena tiba-tiba gadis itu berada di samping jok mobilnya.
“Apa sekarang kau mau aku antar
pulang?” tanya Youngmin dan berusaha menutupi rasa keterkejutannya itu.
Gadis itu menoleh seperti tadi
kepada Youngmin. Apa dia hantu? Pikir Youngmin. Namun, ia terus berusaha untuk
membuang jauh-jauh pikiran itu sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ah
tidak, mungkin karena lidahnya melepuh.
Youngmin pun menyalakan mobilnya. Mereka
pun meninggalkan bandara Incheon ketika matahari telah condong ke arah barat. Si
gadis hanya duduk sambil menunduk dan memainkan jarinya, seperti layaknya orang
yang sedang menghitung. Apa yang dia lakukan sekarang? Pikir Youngmin
kemudian ketika melihat kegiatan gadis itu.
Mereka pun akhirnya sampai di
sebuah gedung. Pria tampan itu mengambil sebuah kertas di belakang jok mobilnya dan turun dari mobilnya. Secara
spontan gadis itu ikut turun dan
mengikuti Youngmin. Ternyata, kertas yang diambil Youngmin tadi adalah formulir
pendaftaran sebagai musisi dan gedung yang di datanginya adalah perusahaan
agensi yang akan di tempati Youngmin untuk audisi.
Setelah menyerahkan formulir
pendaftarannya pada salah satu staff yang mengurus bagian formulir, rupanya pria
yang juga berwajah manis itu belum bisa di audisi pada waktu itu. Youngmin pun
memutuskan untuk pulang istirahat dirumahnya. Tapi, Youngmin bertemu dengan
salah satu teman sepermainanya dulu waktu kecil sampai dia kuliah, No Min Woo.
“Apa kau juga mendaftar disini?”
tanya teman Youngmin ,MinWoo
“Iya. Aku pikir kau akan mendaftar
di agensi..”
“Cukup. Aku tidak mau mendengar
nama agensi itu.” Sela MinWoo memotong ucapan Youngmin. Ia terlihat kesal.
“Kenapa? Apa karena kriteriamu
tidak cocok atau banyak yang kurang di dirimu?” goda Youngmin pada sahabat
karibnya itu.
“Kamu belum tahu siapa aku? Aku
NoMinWoo pemuda dengan segala kelebihan.” Goda MinWoo kembali .
Tawa pun pecah diantara mereka.
“Tapi, gadis dibelakangmu itu
siapa?” tanya Minwoo menyadari seorang gadis di belakang Youngmin. “Kau kenal
dia?” sambungnya.
“Oh dia. Aku tidak tau. Tapi..”
perkataan Youngmin sengaja dipotong, “dia berhasil membuatku takut pada
pandangan pertama” bisik Youngmin pada MinWoo.
MinWoo tertawa terbahak-bahak. “Apa
sekarang kau yang ingin seperti KwangMin?” goda Minwoo kembali.
“Sudahlah. Aku serius MinWoo-ah. Ah
benar, aku harus mengantarnya pulang.” Kata YoungMin menyadari akan gadis itu.
“Wah. Kau bilang kau tak
mengenalnya, tapi kenapa kau mau mengantarnya pulang?” tanya MinWoo penuh
curiga. “Tapi, jika kau sudah mengantarnya, jangan lupa berikan aku alamatnya.”
Bisik Minwoo kemudian.
“Ah kau ini.” Ucap YoungMin dengan
kesal.
Akhirnya YoungMin dan gadis itu
meninggalkan MinWoo yang senyum-senyum sendiri melihat sang sahabat bersama
seorang gadis. MinWoo sangat senang karena sang sahabat akhirnya bisa membuka
pintu hatinya pada gadis lain.
Namun beda dengan YoungMin. Ia bingung harus mengantar gadis itu kemana. Setiap YoungMin bertanya alamat si gadis, si gadis hanya menatapnya tanpa ekspresi apa-apa.
Namun beda dengan YoungMin. Ia bingung harus mengantar gadis itu kemana. Setiap YoungMin bertanya alamat si gadis, si gadis hanya menatapnya tanpa ekspresi apa-apa.
Tanpa disadari, sore hari telah
tiba. Karena telah berjam-jam mengelilingi Seoul, YoungMin akhirnya memutuskan
untuk pulang ke apartemennya.
“Aku ingin pulang. Jika kau tidak
memberi tahuku dimana alamatmu, maka kau akan tinggal sementara dirumahku
sampai kau memberi alamatmu. Tinggallah untuk mengingat dimana rumahmu.” Ujar
YoungMin sambil terus menyetir.
Gadis itu tidak bergeming, ketika
meninggalkan gedung agensi si gadis terus memainkan tangan layaknya orang yang
sedang berhitung. Gadis yang mempunyai rambut panjang terurai dan menutupi
sebagian wajahnya itu tidak pernah memperlihatkan emosi ataupun ekspresi di
wajahnya.
Setelah beberapa waktu perjalanan
ke apartemennya, kini waktu telah berganti malam. Saat itu lampu jalan maupun
lampu-lampu di restoran, mall, sampai rumah-rumah yang dilewati oleh YoungMin
dan gadis itu menyala dengan terang. Gadis itu mengangkat wajahnya, namun
tangannya masih tetap menghitung. Gadis itu tercengang melihat pemandangan
malam di Seoul. Ia bahkan menempelkan wajahnya di depan kaca mobil. YoungMin
yang melihat hal itu tertawa geli.
“Dia ternyata lucu.” Gumamnya.
*TBC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar