Jumat, 20 Februari 2015

FanFiction Boyfriend (Cry, Try and Fly)


Title : Cry, Try and Fly
 Author : Sineunyoung
Length : Chapter
Genre : Friendship, hurt & fantasy
Rating : General
Cast : Jo Youngmin Boyfriend
               Yeosin (OC)
               Jo Kwangmin Boyfriend
Other Cast : Temuin sendiri :)
Disclaimer : No Plagiarism!
Author 's note : Typo bertebaran :D Happy reading & comment juseyo.. :)
Seorang pemuda tampan sedang mengantar ibu dan ayahnya menuju ke ruang tunggu. Namun karena terburu-buru, ia menabrak orang lain dan membuat orang itu terjatuh. Pemuda yang bernama Youngmin itu hanya menoleh sejenak kepada orang yang ditabraknya. Rupanya seorang  gadis, pikirnya. Walaupun seorang gadis, namun YoungMin tidak mempedulikannya. Ya. Itulah
kebiasannya, tidak memperhatikan wanita, setelah insiden dua tahun yang lalu. 

Setelah keberangkatan ayah dan ibunya, ia pun bergegas pulang. Baginya waktu sangat penting. Namun, ia melihat seorang gadis yang  jongkok di tengah lalu lalang para calon penumpang maupun penjemput. Gadis itu sama sekali tidak beranjak dan bergerak dari tempatnya. Youngmin teringat gadis yang ditabraknya tadi.

Tidak seperti biasanya, hatinya tergerak untuk mendekati gadis itu. Youngmin menunduk agar melihat wajah gadis itu. Rupanya ia menangis, apa karena kejadian tadi? Aneh, hanya air matanya yang mengalir, tak ada emosi sama sekali, pikirnya.



“Kau tidak apa-apa?” tanya Youngmin sambil tangan kanannya memegang bahu sebelah kiri gadis itu.
Gadis itu menoleh. Air matanya pun berhenti mengalir. Namun masih tanpa emosi sama sekali. Youngmin terkejut, ia seperti melihat sesuatu yang aneh pada gadis itu. Namun ia segera sadar dan membuang jauh-jauh pikirannya.
“Aku minta maaf untuk yang tadi. Ambil ini, untuk menghapus air matamu.” Sambung Youngmin sambil memberikan sapu tangan warna birunya kepada gadis itu.

Setelah gadis itu menerima sapu tangannya, Youngmin pun meninggalkannya tanpa menoleh. Youngmin menuju ke restoran dekat bandara Incheon. Memang siang itu YoungMin belum makan.


Saat tengah asyik menyantap makanannya, gadis yang di tabrak Youngmin tiba-tiba duduk di kursi depan Youngmin makan. Ia terkejut melihat tingkah gadis itu, sampai-sampai Youngmin hampir tersedak. Dia menengok kanan kirinya, apa tidak ada kursi kosong? Kenapa gadis ini duduk di depanku?
 
Gadis itu melihat daging di atas panggangan di meja yang ada di depannya, ia tanpa meminta izin pada Youngmin, selaku pemilik makanan, langsung memasukkan daging panas itu kemulutnya menggunakan tangannya sendiri. Karena daging itu masih panas, gadis itu secara cepat mengeluarkan daging itu dari mulutnya.


“Hei, makan yang hati-hati.” Ucap Youngmin menasehati ketika melihat gadis itu memuntahkan daging dari mulutnya. Namun, tak ada emosi apa-apa. Tak ada tanda-tanda bahwa ia merasa perih di lidahnya karena daging panas yang ia makan tadi.

Setelah makan, Youngmin beranjak pergi. Youngmin pergi ke tempat dimana mobil yang di kendarainya tadi saat mengantar ayah ibunya di parkir. Namun tanpa sepengetahuan Youngmin, gadis yang di tabraknya itu mengikutinya. Bahkan masuk kedalam mobil Youngmin saat Youngmin juga masuk dalam mobilnya. Jelas saja, Youngmin terkejut karena tiba-tiba gadis itu berada di samping  jok mobilnya.
“Apa sekarang kau mau aku antar pulang?” tanya Youngmin dan berusaha menutupi rasa keterkejutannya itu.

Gadis itu menoleh seperti tadi kepada Youngmin. Apa dia hantu? Pikir Youngmin. Namun, ia terus berusaha untuk membuang jauh-jauh pikiran itu sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ah tidak, mungkin karena lidahnya melepuh.
Youngmin pun menyalakan mobilnya. Mereka pun meninggalkan bandara Incheon ketika matahari telah condong ke arah barat. Si gadis hanya duduk sambil menunduk dan memainkan jarinya, seperti layaknya orang yang sedang menghitung. Apa yang dia lakukan sekarang? Pikir Youngmin kemudian ketika melihat kegiatan gadis itu.

Mereka pun akhirnya sampai di sebuah gedung. Pria tampan itu mengambil sebuah kertas di belakang  jok mobilnya dan turun dari mobilnya. Secara spontan gadis itu ikut  turun dan mengikuti Youngmin. Ternyata, kertas yang diambil Youngmin tadi adalah formulir pendaftaran sebagai musisi dan gedung yang di datanginya adalah perusahaan agensi yang akan di tempati Youngmin untuk audisi.

Setelah menyerahkan formulir pendaftarannya pada salah satu staff yang mengurus bagian formulir, rupanya pria yang juga berwajah manis itu belum bisa di audisi pada waktu itu. Youngmin pun memutuskan untuk pulang istirahat dirumahnya. Tapi, Youngmin bertemu dengan salah satu teman sepermainanya dulu waktu kecil sampai dia kuliah, No Min Woo.

“Apa kau juga mendaftar disini?” tanya teman Youngmin ,MinWoo
“Iya. Aku pikir kau akan mendaftar di agensi..”
“Cukup. Aku tidak mau mendengar nama agensi itu.” Sela MinWoo memotong ucapan Youngmin. Ia terlihat kesal.
“Kenapa? Apa karena kriteriamu tidak cocok atau banyak yang kurang di dirimu?” goda Youngmin pada sahabat karibnya itu.
“Kamu belum tahu siapa aku? Aku NoMinWoo pemuda dengan segala kelebihan.” Goda MinWoo kembali .

Tawa pun pecah diantara mereka.

“Tapi, gadis dibelakangmu itu siapa?” tanya Minwoo menyadari seorang gadis di belakang Youngmin. “Kau kenal dia?” sambungnya.
“Oh dia. Aku tidak tau. Tapi..” perkataan Youngmin sengaja dipotong, “dia berhasil membuatku takut pada pandangan pertama” bisik Youngmin pada MinWoo.

MinWoo tertawa terbahak-bahak. “Apa sekarang kau yang ingin seperti KwangMin?” goda Minwoo kembali.
“Sudahlah. Aku serius MinWoo-ah. Ah benar, aku harus mengantarnya pulang.” Kata YoungMin menyadari akan gadis itu.
“Wah. Kau bilang kau tak mengenalnya, tapi kenapa kau mau mengantarnya pulang?” tanya MinWoo penuh curiga. “Tapi, jika kau sudah mengantarnya, jangan lupa berikan aku alamatnya.” Bisik Minwoo kemudian.
“Ah kau ini.” Ucap YoungMin dengan kesal.

Akhirnya YoungMin dan gadis itu meninggalkan MinWoo yang senyum-senyum sendiri melihat sang sahabat bersama seorang gadis. MinWoo sangat senang karena sang sahabat akhirnya bisa membuka pintu hatinya pada gadis lain. 

Namun beda dengan YoungMin. Ia bingung harus mengantar gadis itu kemana. Setiap YoungMin bertanya alamat si gadis, si gadis hanya menatapnya tanpa ekspresi apa-apa.
Tanpa disadari, sore hari telah tiba. Karena telah berjam-jam mengelilingi Seoul, YoungMin akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemennya.

“Aku ingin pulang. Jika kau tidak memberi tahuku dimana alamatmu, maka kau akan tinggal sementara dirumahku sampai kau memberi alamatmu. Tinggallah untuk mengingat dimana rumahmu.” Ujar YoungMin sambil terus menyetir.

Gadis itu tidak bergeming, ketika meninggalkan gedung agensi si gadis terus memainkan tangan layaknya orang yang sedang berhitung. Gadis yang mempunyai rambut panjang terurai dan menutupi sebagian wajahnya itu tidak pernah memperlihatkan emosi ataupun ekspresi di wajahnya. 


Setelah beberapa waktu perjalanan ke apartemennya, kini waktu telah berganti malam. Saat itu lampu jalan maupun lampu-lampu di restoran, mall, sampai rumah-rumah yang dilewati oleh YoungMin dan gadis itu menyala dengan terang. Gadis itu mengangkat wajahnya, namun tangannya masih tetap menghitung. Gadis itu tercengang melihat pemandangan malam di Seoul. Ia bahkan menempelkan wajahnya di depan kaca mobil. YoungMin yang melihat hal itu tertawa geli.

“Dia ternyata lucu.” Gumamnya.


*TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar