Jumat, 04 Maret 2016

Fanfic Boyfriend





Title : Cry, Try and Fly (Part.2)
 Author : Sineunyoung
Length : Chapter
Genre : Friendship, hurt & fantasy
Rating : General
Cast : Jo Youngmin Boyfriend
               Yeosin (OC)
               Jo Kwangmin Boyfriend
Other Cast : Temuin sendiri :)
Disclaimer : No Plagiarism!
Author 's note : Typo bertebaran :D Happy reading & comment juseyo.. :)



Sampailah mereka di apartemen YoungMin. YoungMin mendahului gadis itu turun dari mobil. Ketika sampai di depan pintu apartemen YoungMin, ia melihat gadis itu membawa sebuah kotak putih dengan sedikit warna merah di sela-sela penutup kotak itu. YoungMin ingat dengan kotak itu, kotak itu tepat berada di depan gadis itu disaat gadis itu menangis.

YoungMin pun akhirnya memasukkan sandi pintu apartemennya. Tanpa menutup ataupun menjaga rahasia kata sandinya itu, YoungMin secara terang-terangan mengetik sandinya, bahkan menyebutnya. Ia ingin menguji kejujuran gadis itu.

Setelah pintu terbuka, gadis itu mendahului YoungMin masuk ke apartemennya.

“Dasar tidak tahu malu.” Dengus YoungMin.

Seperti mengerti saat mendengar perkataan YoungMin, gadis itu  berhenti dan berbalik ke arah YoungMin. Ia menatap dingin ke arah YoungMin, sangat dingin.

“Apa yang kau lihat sekarang?” tanya YoungMin ketika memasuki apartemennya dan melewati gadis itu.

“Kau boleh tinggal di sini. Hanya sementara saja, besok atau lusa kau harus ingat dan tunjukkan di mana rumahmu.” Terangnya sambil berjalan ke arah dapurnya. Sedangkan gadis itu menyapu pandangannya ke arah dinding apartemen YoungMin yang di penuhi oleh selca YoungMin. Namun ada satu gambar yang terpajang sangat besar di samping selcanya YoungMin. Gambar seorang gadis berbaju putih tertutup dengan sayap yang terbentang dengan indahnya.

“Setidaknya kau masih bisa tidur nyenyak dulu.” Kata Young sambil menatap gelas yang di isi oleh air mineral yang ia ambil di dalam kulkasnya.

Gadis itu melangkah ke arah YoungMin. YoungMin sedikit melangkah mundur. Tapi tidak, dia melewati YoungMin, gadis itu melangkah ke arah dimana piring-piring kotor yang tidak pernah dicuci berserakan. Ia menatapnya dengan seksama.

“Hei, apa kau akan mencucinya?” tanya YoungMin. “Ah, aku lupa. Kita sudah bersama selama 5 jam, tapi kau belum pernah bicara sedikitpun. Apa kau tuli? Atau bisu?” sambungnya setelah meminum air mineralnya.

Gadis itu menengok ke arah YoungMin. Tapi tetap saja tanpa emosi dan ekspresi di wajah yang tertutup sebagian dengan rambutnya. Ia tetap diam. Setelah melihat wajah YoungMin yang terheran-heran, gadis itu kembali menatap piring-piring kotor itu.

“Ah, kau tidak tuli, benarkan? Tapi apa karena kau bisu? Kalau memang begitu setidaknya kau tersenyum padaku, karena telah memberimu tumpangan dan mengijinkanmu menginap di sini. Kau ini benar-benar aneh.” Omelnya, namun gadis itu tetap tidak bergeming. Hanya punggung  gadis itu yang ditatap YoungMin.

“Hei, hei, kau!” teriak YoungMin pada gadis itu. Hingga akhirnya, gadis itu menengok.
“Kau tahu, aku sangat tidak suka memanggil gadis dengan sebutan “Hei”. Siapa namamu?” setelah bertanya nama gadis itu, YoungMin kembali meminum air mineralnya.

Gadis itu kembali memunggungi YoungMin, dan tiba-tiba membalikkan badan sambil mengangkat tangan kanannya yang memegang sendok kearah YoungMin.

“Em, uhhuk.. namamu sendok? Sendok?” karena waktu itu YoungMin sedang minum, makanya dia tersedak air ketika melihat gadis itu menyodorkan sendok  tepat kearahnya setelah YoungMin menanyakan namanya.

“Kau serius namamu Sendok?”Tanyanya kembali memastikan. Namun, ketika melihat gadis itu menurunkan tangannya. YoungMin mendekat kearah gadis itu sambil menatap matanya.

“Jawab yang jujur. Siapa namamu?” tanyanya serius sampai-sampai matanya ingin keluar. Gadis itu balik menatap YoungMin dengan tatapan dinginnya. “Aku tanya, siapa namamu? Mungkin bagimu itu tidak berharga, tapi bagiku itu sangat berharga. Bagaimana bisa kau tinggal di sini dan pergi tanpa meninggalkan identitas diri? Siapa namamu? Namamu siapa? Namamu? atau setidaknya perlihatkan KTP-mu. Siapa namamu?” sambungnya.

“Nama.. nama.. nama..” gadis itu berbicara dengan sangat halus dan dengan suara yang sangat kecil.
“Kau tidak bisu?” tanya YoungMin dengan muka berseri. “Aku pikir kau bisu. Tapi ternyata tidak.sekarang jawab siapa namamu?”

“Nama.. nama.. nama..” gadis itu selalu mengulang kata-kata yang sama.

“Kau tidak punya nama?” tanya YoungMin lagi.

“Tidak ada nama.. tidak ada nama.. tidak ada nama..” jawabnya kembali sambil mengulang kata-kata yang sama, lagi.

YoungMin menarik gadis itu keluar dapur dan mendudukkannya di sofa ia juga duduk di samping gadis itu, dan mengambil kotak putih di tangan gadis tersebut lalu meletakkannya di meja, depan sofa yang mereka duduki.

“Kau serius tidak punya nama? Lalu bagaimana caranya aku memanggilmu?” tanya Young  serius.
Gadis itu tak menjawab. Sama sekali tidak menjawab.

“Ah, aku ingat.” Katanya tiba-tiba. “Aku punya koleksi foto artis wanita, kau boleh memilih nama diantara mereka.” Sambungnya sambil mengambil buku di bawah meja tersebut.


“Nah. Lihatlah!” katanya membukakan buku tersebut.

Tiba-tiba sebuah gambar terjatuh dari buku itu, gadis itu melihatnya. Young secara cepat membungkuk mengambil gambar itu dan meletakkannya di atas meja, dekat kotak putih milik si gadis.

“Lihatlah. Artis ini bernama Go Ah Ra. Dia cantik dan bertalenta, dan ini Bae Su Ji, dia sangaaat cantik dan pandai menari maupun menyanyi, dia adalah member termuda dari Miss A. Tapi menurutku kau lebih mirip sama Seo Hyun, member termuda dari SNSD. Karena kalian memiliki mata dan tingkah yang sama, yaitu jarang bicara.” Jelas Young panjang lebar sambil memperlihatkan satu-satu koleksi poto artis yang ia punya.

Namun orang yang seharusnya mendengar dan melihat buku itu, malah menatap gambar yang berada di dekat kotak putihnya, yaitu gambar yang sama yang melekat di dinding dekat selca Young, gambar seorang wanita bersayap.

Young melihat gadis itu melihat gambar tersebut, ia melihat gadis itu menatap gambar yang ia letakkan di dekat kotak putihnya. Di saat gadis itu mendongakkan kepalanya, Young juga menatap apa yang dilihat gadis itu, gambar wanita bersayap.

“YeoSin!” Ucap Young dengan tegas sambil menatap gadis itu dari samping.
Siapa sangka, gadis itu berbalik menatap Young.

“Apa yang tadi ku ucapkan?” sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Young kemudian mengambil gambar yang ia letakkan di meja. “Gambar ini adalah seorang Cheonsa (Bidadari) bukan Yeo Sin.” Sambungnya menatap gambar itu lekat-lekat.

“Kau menyukainya?” tanya Young menyodorkan gambar itu ke perempuan berponi rata itu.
Rupanya gadis itu menerima gambar itu, ia juga menatap lekat-lekat gambar itu. Kemudian melihat gambar yang melekat di dinding. Yap, gambar yang sama.

“Sepertinya aku sudah punya nama untukmu.” Ucapnya di sela keheningan.