Title : Cry, Try and Fly (Part.2)
Author : Sineunyoung
Length : Chapter
Genre : Friendship, hurt & fantasy
Rating : General
Cast : Jo Youngmin Boyfriend
Yeosin (OC)
Jo Kwangmin Boyfriend
Other Cast : Temuin sendiri :)
Disclaimer : No Plagiarism!
Author 's note : Typo bertebaran :D Happy reading & comment juseyo.. :)
Sampailah mereka di apartemen YoungMin. YoungMin
mendahului gadis itu turun dari mobil. Ketika sampai di depan pintu apartemen
YoungMin, ia melihat gadis itu membawa sebuah kotak putih dengan sedikit warna
merah di sela-sela penutup kotak itu. YoungMin ingat dengan kotak itu, kotak
itu tepat berada di depan gadis itu disaat gadis itu menangis.
YoungMin pun akhirnya memasukkan sandi pintu
apartemennya. Tanpa menutup ataupun menjaga rahasia kata sandinya itu, YoungMin
secara terang-terangan mengetik sandinya, bahkan menyebutnya. Ia ingin menguji
kejujuran gadis itu.
Setelah pintu terbuka, gadis itu mendahului YoungMin
masuk ke apartemennya.
“Dasar tidak tahu malu.” Dengus YoungMin.
Seperti mengerti saat mendengar perkataan YoungMin,
gadis itu berhenti dan berbalik ke arah YoungMin. Ia menatap dingin ke
arah YoungMin, sangat dingin.
“Apa yang kau lihat sekarang?” tanya YoungMin ketika
memasuki apartemennya dan melewati gadis itu.
“Kau boleh tinggal di sini. Hanya sementara saja,
besok atau lusa kau harus ingat dan tunjukkan di mana rumahmu.” Terangnya
sambil berjalan ke arah dapurnya. Sedangkan gadis itu menyapu pandangannya ke arah
dinding apartemen YoungMin yang di penuhi oleh selca YoungMin. Namun ada satu
gambar yang terpajang sangat besar di samping selcanya YoungMin. Gambar seorang
gadis berbaju putih tertutup dengan sayap yang terbentang dengan indahnya.
“Setidaknya kau masih bisa tidur nyenyak dulu.” Kata
Young sambil menatap gelas yang di isi oleh air mineral yang ia ambil di dalam
kulkasnya.
Gadis itu melangkah ke arah YoungMin. YoungMin
sedikit melangkah mundur. Tapi tidak, dia melewati YoungMin, gadis itu
melangkah ke arah dimana piring-piring kotor yang tidak pernah dicuci
berserakan. Ia menatapnya dengan seksama.
“Hei, apa kau akan mencucinya?” tanya YoungMin. “Ah,
aku lupa. Kita sudah bersama selama 5 jam, tapi kau belum pernah bicara
sedikitpun. Apa kau tuli? Atau bisu?” sambungnya setelah meminum air
mineralnya.
Gadis itu menengok ke arah YoungMin. Tapi tetap saja
tanpa emosi dan ekspresi di wajah yang tertutup sebagian dengan rambutnya. Ia
tetap diam. Setelah melihat wajah YoungMin yang terheran-heran, gadis itu kembali
menatap piring-piring kotor itu.
“Ah, kau tidak tuli, benarkan? Tapi apa karena kau
bisu? Kalau memang begitu setidaknya kau tersenyum padaku, karena telah
memberimu tumpangan dan mengijinkanmu menginap di sini. Kau ini benar-benar
aneh.” Omelnya, namun gadis itu tetap tidak bergeming. Hanya punggung
gadis itu yang ditatap YoungMin.
“Hei, hei, kau!” teriak YoungMin pada gadis itu.
Hingga akhirnya, gadis itu menengok.
“Kau tahu, aku sangat tidak suka memanggil gadis
dengan sebutan “Hei”. Siapa namamu?” setelah bertanya nama gadis itu, YoungMin
kembali meminum air mineralnya.
Gadis itu kembali memunggungi YoungMin, dan
tiba-tiba membalikkan badan sambil mengangkat tangan kanannya yang memegang
sendok kearah YoungMin.
“Em, uhhuk.. namamu sendok? Sendok?” karena waktu
itu YoungMin sedang minum, makanya dia tersedak air ketika melihat gadis itu
menyodorkan sendok tepat kearahnya setelah YoungMin menanyakan namanya.
“Kau serius namamu Sendok?”Tanyanya kembali
memastikan. Namun, ketika melihat gadis itu menurunkan tangannya. YoungMin
mendekat kearah gadis itu sambil menatap matanya.
“Jawab yang jujur. Siapa namamu?” tanyanya serius
sampai-sampai matanya ingin keluar. Gadis itu balik menatap YoungMin dengan
tatapan dinginnya. “Aku tanya, siapa namamu? Mungkin bagimu itu tidak berharga,
tapi bagiku itu sangat berharga. Bagaimana bisa kau tinggal di sini dan pergi
tanpa meninggalkan identitas diri? Siapa namamu? Namamu siapa? Namamu? atau
setidaknya perlihatkan KTP-mu. Siapa namamu?” sambungnya.
“Nama.. nama.. nama..” gadis itu berbicara dengan
sangat halus dan dengan suara yang sangat kecil.
“Kau tidak bisu?” tanya YoungMin dengan muka
berseri. “Aku pikir kau bisu. Tapi ternyata tidak.sekarang jawab siapa namamu?”
“Nama.. nama.. nama..” gadis itu selalu mengulang kata-kata
yang sama.
“Kau tidak punya nama?” tanya YoungMin lagi.
“Tidak ada nama.. tidak ada nama.. tidak ada nama..”
jawabnya kembali sambil mengulang kata-kata yang sama, lagi.
YoungMin menarik gadis itu keluar dapur dan
mendudukkannya di sofa ia juga duduk di samping gadis itu, dan mengambil kotak
putih di tangan gadis tersebut lalu meletakkannya di meja, depan sofa yang
mereka duduki.
“Kau serius tidak punya nama? Lalu bagaimana caranya
aku memanggilmu?” tanya Young serius.
Gadis itu tak menjawab. Sama sekali tidak menjawab.
“Ah, aku ingat.” Katanya tiba-tiba. “Aku punya
koleksi foto artis wanita, kau boleh memilih nama diantara mereka.” Sambungnya
sambil mengambil buku di bawah meja tersebut.
“Nah. Lihatlah!” katanya membukakan buku tersebut.
Tiba-tiba sebuah gambar terjatuh dari buku itu,
gadis itu melihatnya. Young secara cepat membungkuk mengambil gambar itu dan
meletakkannya di atas meja, dekat kotak putih milik si gadis.
“Lihatlah. Artis ini bernama Go Ah Ra. Dia cantik
dan bertalenta, dan ini Bae Su Ji, dia sangaaat cantik dan pandai menari maupun
menyanyi, dia adalah member termuda dari Miss A. Tapi menurutku kau lebih mirip
sama Seo Hyun, member termuda dari SNSD. Karena kalian memiliki mata dan
tingkah yang sama, yaitu jarang bicara.” Jelas Young panjang lebar sambil
memperlihatkan satu-satu koleksi poto artis yang ia punya.
Namun orang yang seharusnya mendengar dan melihat
buku itu, malah menatap gambar yang berada di dekat kotak putihnya, yaitu
gambar yang sama yang melekat di dinding dekat selca Young, gambar seorang
wanita bersayap.
Young melihat gadis itu melihat gambar tersebut, ia
melihat gadis itu menatap gambar yang ia letakkan di dekat kotak putihnya. Di
saat gadis itu mendongakkan kepalanya, Young juga menatap apa yang dilihat gadis
itu, gambar wanita bersayap.
“YeoSin!” Ucap Young dengan tegas sambil menatap
gadis itu dari samping.
Siapa sangka, gadis itu berbalik menatap Young.
“Apa yang tadi ku ucapkan?” sambil menggaruk
kepalanya yang tidak gatal, Young kemudian mengambil gambar yang ia letakkan di
meja. “Gambar ini adalah seorang Cheonsa (Bidadari) bukan Yeo Sin.” Sambungnya
menatap gambar itu lekat-lekat.
“Kau menyukainya?” tanya Young menyodorkan gambar
itu ke perempuan berponi rata itu.
Rupanya gadis itu menerima gambar itu, ia juga
menatap lekat-lekat gambar itu. Kemudian melihat gambar yang melekat di
dinding. Yap, gambar yang sama.
“Sepertinya aku sudah punya nama untukmu.” Ucapnya
di sela keheningan.